Selasa, 08 September 2009
Anggota MGMP TIK
Jumat, 27 June 2008
JURNAL SKOR HARI KETIGA PSB BL + GAKIN + INKLUSI
Rabu, 25 June 2008
JURNAL SKOR HARI KEDUA PSB BL
Selasa, 24 June 2008
JURNAL SKOR PSB 2008-2009 BL
Sabtu, 21 June 2008
Penrimaan Siswa Baru (PSB) 2008-2009
Selasa, 03 June 2008
kisi-kisi uas kelas 9
Minggu, 19 Agustus 2007
RPP KELAS 7 SEM I
Minggu, 19 Agustus 2007
RPP TIK KLAS VIII
Minggu, 19 Agustus 2007
tik klas IX
Minggu, 19 Agustus 2007
tambahan tik klas IX
 
IP Address :
38.107.191.93
Hostname :
38.107.191.93
Your Browser :
CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
Total user Online
:
  5
 
detail news
SMPN 5 BALIKPAPAN menjadi SSN
Kamis, 10 Juli 2008 ditulis oleh : TIM REPORTASE SMPN5






Pengembangan SSN ( SEKOLAH STANDARD NASIONAL ) diarahkan ke beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain sekolah harus melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pengembangan inovasi pembelajaran, penciptaan komunitas belajar di sekolah, pengembangan profesionalisme guru, dan penggalangan dukungan masyarakat.


Perlu disadari, pelaksanaan MBS pada SMP di seluruh Indonesia yang kini berjumlah 3.000-an sekolah sebagaimana disebutkan oleh banyak referensi sangat memerlukan perubahan pola pikir dan bahkan budaya kerja. Karena itu, MBS tidak dapat segera memberikan dampak peningkatan mutu.


Mengapa? Karena MBS lebih menekankan pada proses manajemen yang seharusnya dilakukan di sekolah agar terjadi kewenangan sekolah dalam mengelola pendidikan sehingga sekolah mampu menyusun dan melaksanakan program-program yang sesuai dengan kondisi objektifnya, keterbukaan manajemen, iklim kerja kondusif, dan kerja sama sinergis semua warga sekolah. Situasi dan kondisi itulah yang pada saatnya akan memunculkan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.


Inovasi Pembelajaran


Salah satu aspek yang belum tumbuh dengan baik pada sekolah rintisan MBS adalah kemampuan sekolah untuk menginovasi pembelajaran. Padahal berbagai studi menunjukkan, justru inovasi yang secara langsung meningkatkan mutu pendidikan. MBS lebih merupakan wahana untuk mendorong sekolah mampu dan berani menginovasi.


Untuk meningkatkan efektivitas, SSN harus mampu menginovasi khususnya dalam pembelajaran yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran berjalan efektif. KBK, pembelajaran kontekstual, pendidikan kecakapan hidup (life skills), pembelajaran berdasarkan masalah (quantum learning) adalah beberapa contoh inovasi pembelajaran. SSN harus mengkaji berbagai model inovasi tersebut, kemudian berupaya mencoba dan menemukan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik (modalitas belajar) siswa serta kondisi lingkungan sekolah.


Pemberian dorongan kepada guru untuk mencobakan gagasan pembaharuan merupakan salah satu cara memberikan kepercayaan sekaligus tantangan untuk menunjukkan kemampuannya. Mereka harus didorong untuk tidak takut gagal. Mereka yang bekerja keras atau berhasil harus mendapatkan penghargaan sehingga dapat membedakan siapa yang bekerja keras dan siapa yang tidak, siapa yang berhasil membuat inovasi dan siapa yang tidak.


Penghargaan tidak selalu berupa uang tetapi dapat berupa pengakuan, kemudahan kenaikan pangkat, ikut serta dalam kegiatan tertentu dan sebagainya.


Penggalangan Partisipasi Masyarakat


Penggalangan potensi masyarakat semakin penting mengingat kemampuan pemerintah mendukung program pendidikan sangat terbatas, sedangkan pendidikan yang bermutu memerlukan fasilitas yang memadai dan tenaga kependidikan yang baik. Karena itu, pihak sekolah harus mengidentifikasi potensi sekolah, misalnya keahlian, fasilitas, dan anggaran yang dapat didayagunakan sebagai sumber belajar.


Peran Komite Sekolah berfungsi untuk memberi saran/pertimbangan dalam pengabilan kebijakan dan program sekolah sangat penting. Dengan demikian, sekolah dapat "memanfaatkan" Komite Sekolah untuk membantu penggalangan potensi masyarakat. Pengalaman menunjukkan, sekolah yang bermutu lebih mudah menggalang partisipasi masyarakat. Hal ini karena orang tua siswa akan lebih terdorong membantu jika yakin bantuan itu akan memberikan hasil nyata.


 


Kriteria Sekolah Standar Nasional


» Umum



  1. Memiliki rat a-rata NUAN minimal 6,0.

  2. Jumlah rata-rata NUAN minimal 6,35.

  3. Ada kecenderungan rata-rata NUAN tetap atau diprioritaskan yang naik.

  4. Termasuk sekolah yang tergolong kategori baik di kota, yaitu memiliki tenaga guru dan sarana pendidikan yang cukup, serta memiliki prestasi yang baik.

  5. Sekolah memiliki potensi yang kuat untuk berkembang, dan

  6. Bukan sekolah yang didukung oleh yayasan yang memiliki pendanaan yang kuat, baik dari dalam maupun luar negeri.

» Khusus



  1. Sekolah memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas.

  2. Sekolah memiliki sumber daya manusia yan kompeten dan berdedikasi tinggi.

  3. Sekolah memiliki fasilitas yang memadai.

  4. Sekolah memiliki kepedulian pada kualitas pembelajaran.

  5. Sekolah menerapkan evaluasi secara berkelanjutan.

  6. Kegiatan ekstrakurikulernya menunj ukkan peningkatan.

  7. Sekolah memiliki manajemen yang bagus.

  8. Sekolah memiliki kepemimpinan yang handal.

  9. Sekolah memiliki program-program yang inovatif.

  10. Sekolah memiliki program yang jelas sesuai dengan kondisi objektif sekolah.

  11. Program sekolah dibuat dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

  12. Sekolah memiliki administrasi keuangan yang transparan.

  13. Hubungan kerjasama antar warga sekolah berjalan harmonis.

  14. Kerja sama antara sekolah dengan masyarakat sekitar berjalan dengan baik.

  15. Ruang kelas, laboratorium, kantor dan KM/WC serta taman sekolah bersih dan terawat.

  16. Lingkungan sekolah bersih, tertib, rindang, dan aman.

  17. Guru dan tenaga kependidikan tampak antusias dalam mengajar dan bekerja.

  18. Hasil UAN siswa menunjukkan kecenderungan meningkat.

  19. Sekolah menerapkan reward system dan merit system secara baik.

  20. Sekolah memil iki program peningkatan kinerja profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.

 

.
Berita Sekolah Lainnya :
Siswa SMPN5 Peraih Nilai UN Tertinggi di Balikpapan
Senin, 17 Mei 2010
Program Melek IT di SMPN 5 Balikpapan
Kamis, 14 Mei 2009
SMP 5 SARANKAN GURU PUNYA LAPTOP SENDIRI
Selasa, 12 Mei 2009
SMPN 5 dengan Paradikma Baru
Senin, 23 Februari 2009
Guru SMPN5 coba pakai BSE
Jumat, 24 Oktober 2008
copyleft © 2007 • concept and design by M. Syafii
Powered by net+ not community